Rabu, 23 Maret 2016

Tindakan Perubahan (Apa Kabar Negeriku 2)

   Sejenak termenung dan membiarkan otak dan hati berbicara.Gesekan yang muncul dari keduanya membuat diri bergetar, otak terkadang berpikir egois selalu inginmenghalangi suara hati kecil yang berbual lebih baik. Namun, dari gesekan itumunculkeputusan tegas,bahwa diri ini mebutuhkan basic, danmental yang kuat dalam menghdapi kerasnya kehidupan mendatang. Karena besi terbentuk dari tempasan yang panas hingga menghasilkan manusia berkualitas.

    Persaingan sengit antar individualisme yang mungkin dapat menenggelamkan masa depan ke dalam lautan kehidupan yang kelam dan suram, jika tidak adanya kemampuan lebih. Mengambil tindakan keputusan yang pasti di dasarkan dengan tindakan positif yang mengarah akan kemenangan di masa mendatang, tanpa menaruh janji kosong, tapi dengan komitmen yang pasti

     Ada satu kalimat sederhana dari keyakinana agama yang mempunyai nilai lebih untuk berjuang "JIHAD". Terdengar singkat, memang hanya satu kata pendek yang mungkin saja hanya segelintir manusia yang memahami betul apa arti kata tersebut. Dan mungkin,hanya sedikit manusia yang ingin memahami apa artinya. Diri ini dipaksa untuk berikap dengan menjadikan kalimat sedrhana itu bermakna besaruntuk mematai masa depan yang tak melihat dari gender! Keturunan ! Harta ! Karena kesuksesan tak pernah memandang ! Ia hanya tertuju pada seseorang yang memiliki kemauan ! Siap melaksanakan perjuangan ! Dan berani menerima kegagalan di tengah proses perjuangan, bahkan menitikkan air mata atau darah sekallipun !

    Hidup ini mengajarkan kita untuk terus bermimpi dan menjadikannya pondasi menuju kesuksesan melalui cita-cita. Hembusan nafas tiap detiknya seakan mempertegas diri ini untuk menciptakan tujuan yang pasti.

    Terkadang tak jarang segelintir orang beranggapan akan misteri bercita-cita tinggi, karena beranggapan bahwa dirinya tak sanggup untuk meraih. Merasa hanyalah khayalan dalam bentuk tertawaan semata. Padahal belum ada tindakan dalam bentuk mencoba, karena terangnya alasan kenapa seseorang tidak pernah meraih cita-citanya, adalah karena dia tidak mendifinisikannya, tidak mempelajari dan tidak pernah serius dalam berkeyakinan,bahwa cita-cita itu dapat tercapai....saya ingin berbagi sedikt pengalaman.

    Sekitar Februari 2013, seorang rekan saya melakkan perjalanan dengan tujuan mencari suatu pengalaman ke salah satu kota wisata, yaitu Pulau Bali. Melihat aliran kota yang begitu indah, tak heran bahwa kota ini adalah salah stu destinasi liburan para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

    Terus menyusuri perjalanan dengan berjalan kaki tak jarang, memandang jajaran gedung megah yang berjajar mewarnai sepanjang kota itu. Terbersit dalam pikiran,untuk membangun gedung-gedung megah itu, perlu perjuangan ekstra sebelum mewujudkannya dalam bentuk genggaman. Ini bukan mustahil, tapi bersifat riil dalam pandangan, pasti ada titikan air mata di balik gagahnya bangunan itu.

    Perjalanan yang cukup panjang, mengakhirkan langkah ke pusat wisata di Bali, Kuta. Keeksotikan birunya laut nusantara itu menjadi bukti kebesaran Tuhan.

    Di tengah menikmati suasana pantai, rekan saya berkenalan dengan seorang lelaki separuh baya yang berasal dari Jerman, dan kebetulan beliau adalah turis muslim yang sedang mengembangkan usahanya di Bali. Perbincangan mereka saat itu, seakan menjadi jalur informasi, bahwa beberapa saham yang beliau tanam di beberapa restoran dan hotel ternama bukanlah hal yang mudah bermodalkan dasar keyakinan bahwa dunia ini selalu terbuka dalam memberikan kesempatan..Pasti selalu ada jalan dalam pencapaian,sesulit apapun itu...

    Terangnya,sebenarnya setiap dari kita memiliki ketahanan hati yang lebih besar dari dugaan kita semua. Karena orang besaryang bijaksana terlahir bukan semata karena pengalaman hidupnya. Melainkan berdasar pada sikap dan kapsitasnya terhadap pengalaman tersebut. Ketika kita mau berkorban dalam berjuang, ketika itu juga kitamampu mengecap kesuksesan ! Kita sanggup melakukan perubahan bukn hanya dari lisan. Tapi, melalui TINDAKAN    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar